NTT BICARA.COM, KUPANG –Oknum pelaku pemukulan ibu guru, Ludguirda Djami telah diketahui oleh aparat Desa Pabera Maneru, Kecamatan Paberiwai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/11/2025).
Hal ini disampaikan suami korban, Mefti Faot saat dihubungi NTT BICARA.COM melalui telepon WhatsApp. Mefti mengatakan, dirinya dihubungi aparat desa bahwa pelakukan sudah diketahui dan besok, Kamis (27/11/2025) pukul 09.00 Wita, akan dilakukan pertemuan antara korban dengan pelaku.
“Saya sudah konfirmasi kepala desa yang kebetulan ada di luar dan beliau memerintahkan aparat desa mencari dan sudah menekan pelakunya. Besok pukul 09.00 Wita akan dilakukan pertemuan antara korban dengan pelaku di kantor Desa Pabera Maneru, Kecamatan Paberiwai,” kata Mefti.
Lanjutnya, saat pertemuan korban akan didampingi dirinya sebagai suami dan keluarga serta PGRI Sumba Timur. Sebagai suami, dirinya sama sekali tidak terima perlakuan tidak menyenangkan terhadap istrinya. Dia bersama korban dan keluarga akan menolak untuk berdamai dan akan membawa kasus ini ke meja hukum.
“Kami bersama PGRI Sumba Timur akan melaporkan tindak kekerasan terhadap korban kepada polisi, supaya jera. Setiap hari istri saya pergi pulang melintasi jalan yang terjadi tindak kekerasan itu. Kami tidak mau besok lusa terjadi lagi kasus pemukulan atau kejahatan lain terhadap korban. Untuk itu kami akan menolak tawaran damai saat pertemuan dengan pelaku besok,”tandas Mefti.
Dia menjelaskan, tempat tinggal mereka di Desa Mutung Giding, Kecamatan Umalulu, tempat tugasnya di Desa Praikalala, Kecamatan Mahu. Jarak antara tempat tinggal dan tempat tugas kurang lebih 37 kilometer.
“Setiap hari ibu pergi pulang mengendarai sepeda motor seorang diri. Kadang baru saya antar jika tidak sibuk di kantor desa sebagai bendahara,” katanya.
Dia menjelaskan, infrmasi yang diterimanya dari aparat desa, pelaku adalah warga Desa Pabira Maneru. Antara pelaku dan korban tidak ada persoalan sama sekali. Warga yang tinggal di pinggir jalan desa itu mengenal korban dan banyak yang masih ada hubungan keluarga. Mungkin hanya pelaku yang tidak mengenal korban.
Saat peristiwa itu terjadi, tutur Mefti, istrinya menelepon menyampaikan kejadian itu. Saat itu dirinya berada di Waingapu sehingga menyarankan istrinya melapor ke aparat desa. Dirinya dan korban belum mau melapor ke aparat kepolisian karena belum mengtahui siapa pelakunya.
Ibu Ludguirda Djami yang akrab disapa Nona adalah guru PPPK yang diangkat sejak tahun 2022 dan ditempatkan di SD Inpres Praikalla, Desa Praikalla, Kecamatyan Mahu, Kabupaten Sumba Timur.(gem)



































