NTT BICARA.COM, LARANTUKA – Anggota Komisi II DPRD Flores Timur, Polikarpus Kopong kaget ketika melakukan uji petik lokasi sumur bor di area pertanian Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat. Kekagetan muncul di mana satu buah sumur bor sudah di kerjakan, dan sudah selesai sebelum diusulkan untuk dibahas bersama terkait Penggunaan Anggaran Mendahului Perubahan.
Kepada NTT BICARA.COM, Polikarpus menjelaskas fakta di lapangan, pekerjaan sudah dimulai dari tanggal 22 April 2025, berarti pekerjaannya dikerjakan sebelum pengusualan di DPRD dan ini keterlaluan,
“Demi mendukung program kerja 100 Bupati, Anton Doni dan Wabup, Ignas Boli Uran lalu kita mengangkangi semua aturan,” kata Polikarpus.
Persoalan sumur bor tidak hanya di Solor tapi lebih fatal di Adonara Barat. Perlu diketahui juga usulan untuk tiga paket sumur bor di Adonara Barat yang berlokasi di area pertanian Waiwadan. Ketiga sumur bor asas manfaatnya untuk 6 desa diantaranya
Desa Homa, Waiwadan, Dani Bao, Nimun, Hhurung dan Kenari Blolong.
Saat uji petik, Komisi II menemui penerima manfaat dan tiga kelompok, diantaranya
Nimun Hena, Tumbuh Subur dan Tani Ape.

Polikarpus merasa aneh karena tiga paket sumur bor ini, baru diusulkan tanggal 29 April 2025 untuk dibahas, tapi fakta lapangan ada satu buah sumur bor sudah selesai dikerjakan.
Polikarpus mempertanyakan paket pekerjaan yang baru diusulkan tapi fakta lapangan sudah dikerjakan.
Peninjauan dan uji petik lokasi dihadiri tim teknis dari Dinas Pertanian sementara dari Komisi II DPRD Flores Timur, hadir Theodorus Wungubelen, Polikarpus Kopong Blolo dan Yosep Sani Betan.
“Kami tetap setujui anggran, dimana ini adalah kebutuhan masyarakat dan untuk mendorong percepatan di sektor pertanian.
Namun tidak boleh seenaknya saja tabrak aturan begini. Kami merekomendasikan untuk dihentikan sementara dua paket sumur bor yang belum dikerjakan,” kata Polikarpus.
Untuk tindak lanjut hasil uji petik lapangan ke beberapa lokasi lainnya, juga banyak kejanggalan. Tidak hanya di sumur bor baik di Solor maupun di Adonara Barat.
“Untuk itu dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat internal di komisi hasilnya seperti apa , apa kita panggil dinas terkait untuk memberi penjelasan lebih lanjut atau dibawa ke pansus,” tutup Polikarpus.(bam)


































